ML Dengan Suami Temanku | Bandar Poker Online Terpercaya
Cerita Dewasa (18+) - awal cerita ini dari saudara karibku yang bercerita, Pertemanan adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup seseorang dimana kita bisa saling berbagi dan saling menolong dalam kesulitan. Tapi arti pertemanan tidaklah seindah yang sering dibicarakan orang bagi Herlina, saya sebut saja demikian namanya.
Agen Poker Online - Sebagai keluarga dari kalangan atas, menghabiskan waktu liburan berbintang lima di Nusa Dua Bali bukanlah masalah bagi keluarga Herlina. Selama beberapa hari Herlina menghabiskan waktu liburan dengan suami dan dua orang anaknya disana. Setelah beberapa hari, suami Herlina mengajaknya untuk ke Lombok. Tapi dengan alasan Herlina merasa bosan dengan tempat itu, juga perjalanan dengan kapal fery yang yang cukup makan waktu, maka Herlina menolak ajakan suaminya itu.
Akhirnya suami dan kedua anaknya segera menuju Lombok tanpa Herlina. Herlina, 30 tahun, walau sudah punya anak dua orang tapi penampilan dan gayanya mirip dengan layaknya gadis kota masa kini. Wajah sangat cantik, putih, dan tubuh sintal selalu membuat lelaki manapun akan tertarik. Salah satu nilai lebih dari rumah tangga Herlina adalah kebebasan yang diberikan suaminya kepada Herlina untuk boleh bergaul atau jalan dengan siapa saja asal Herlina selalu jujur kepada suaminya itu. Hal ini terjadi karena suaminya sangat tahu akan libido Herlina yang sangat tinggi hingga suaminya agak kewalahan dalam melayani kebutuhan seksual Herlina. Dan nilai lebih dari Herlina adalah kejujuran kepada suaminya bila dia jalan dan main dengan pria lain.
Pagi itu di restoran hotel, ketika Herlina sedang makan pagi..
“Hei..!”, terdengar suara diiringi dengan tepukan tangan di pundak Herlina.
“Hei, Ana.. Biema.. Pak Frankie..”, sahut Herlina senang ketika melihat mereka bertiga.
“Mana suamimu?”, tanya Ana.
“Sedang ke Lombok dengan anak-anak”, jawab Herlina.
“Duduklah di sini, temani aku makan..”, kata Herlina.
Mereka pun segera duduk dan makan pagi bersama satu meja. Ana dan Biema adalah teman bisnis suami Herlina di Jakarta, sedangkan Frankie adalah seorang dokter, duda, yang jadi dokter keluarga Herlina. Frankie dikenalkan kepada keluarga Herlina oleh Ana dan Biema dulunya.
“Nanti malam kita turun yuk? Kita habiskan malam bersama di diskotik”, ajak Biema kepada Herlina.
“Entahlah..”, kata Herlina.
“Loh kenapa? Ayolah Bu Herlina, kita sekali-sekali bergembira bersama”, kata Frankie ikut menyela sambil tersenyum menatap Herlina.
“Ikutlah, Herlina.. Masa cuma aku seorang ceweknya..”, kata Ana.
“Baiklah kalau begitu.. Aku ikut”, kata Herlina sambil tersenyum.
“Kamu tinggal di kamar berapa?”, tanya Biema kepada Herlina.
“Aku di suite room..”, kata Herlina sambil menyebutkan nomor kamarnya.
“Ha? Kalau begitu kita bersebelahan dong..”, kata Ana sambil menyebutkan nomor kamar mereka.
“Yee.. Kok aku tidak tahu, ya? Kapan kalian check in?”, tanya Herlina.
“Semalem. Tadinya kami mau tinggal di kamar lain, tapi karena sudah penuh, akhirnya kami ditunjukkan kamar yang masih pada kosong..”, kata Biema.
“Tau nggak kalau kamar kita terhubung oleh connecting door, Ni?”, kata Herlina kepada Ana.
“Iya? Berarti kita bisa kumpul-kumpul nih..”, kata Ana girang.
“Oke deh, Herlina.. Nanti malam kita pergi bareng ke Diskotik, ya?’, ujar Biema.
“Aku bawa minuman enak dari Perancis nanti..”, kata Biema lagi.
“Baiklah. Kalian pada mau kemana?”, tanya Herlina.
“Kami ada keperluan dulu. Bye..”, kata Ana sambil bangkit diikuti Biema dan fredy, lalu mereka pergi.
Bandar Poker Online - Malamnya, dengan memakai T-shirt ketat plus rok katun sangat mini sehingga paha mulusnya tampak dengan indah, Herlina berangkat dengan mereka ke diskotik.
“Kita minum dulu deh agar hangat”, kata Biema sambil menuang minuman bawaannya ke dalam gelas dan disodorkan kepada Herlina.
“Okay.. Siapa takut..”, kata Herlina sambil meneguk minumannya.
“Hm.. Enak.. Manis.. Give me more, please.”, kata Herlina kepada Biema. Biemapun segera menuang lagi minuman ke gelas Herlina yang sudah kosong.
“Jangan terlalu banyak, Herlina.. Nanti kamu jadi hot, loh..”, kata Ana sambil tertawa. Mereka tertawa-tawa sambil menikmati minuman berakohol diiringi lagu yang diputar DJ.
“Turun, yuk..”, ajak Frankie kepada Herlina.
“Ayo..”, kata Herlina sambil bangkit.
Perasaannya sudah mulai terpengaruh alkohol. Akhirnya Ana dan Biema serta Herlina dan Frankie melantai mengikuti hentakan irama yang cepat. Sampai akhirnya ketika lagu berganti ke irama slow, Herlina dan Frankie saling berangkulan dan berdansa mengikuti alunan irama lagu.
“Mmhh..”, Herlina mendesah hampir tak tedengar ketika dadanya bersentuhan dengan dada Frankie.
Agen Judi Online - Entah karena pengaruh alkohol atau memang karena libido Herlina yang tinggi, puting susu Herlina mengeras dan makin mengeras ketika dadanya bersentuhan dengan badan Frankie. Hasrat sex Herlina bangkit karenanya. Tapi Herlina masih bisa menahan dirinya. Mereka terus menikmati waktu yang ada sambil meneguk minuman hingga wajah mereka memerah. Herlina benar-benar menikmati malam itu selagi bisa bebas dari beban pekerjaan dan anak-anaknya. Sampai ketika waktu menunjukkan jam 1.00 pagi mereka segera pulang ke hotel.
“Kita ngobrol di kamar saja, yuk?”, kata Biema.
“Okay.. Nanti aku buka connecting door-nya”, kata Herlina sambil berlalu menuju kamarnya.
Sementara Ana, Biema dan Frankie masih duduk-duduk di lobby. Sesampai di kamar, Herlina segera membuka connecting door-nya, lalu dia ketuk pintu sebelahnya. Tidak ada jawaban.
“Ah, masih pada di bawah barangkali..”, pikir Herlina sambil merebahkan badannya di ranjang.
Hampir setengah jam menunggu, ternyata mereka tidak datang juga. Akhirnya Herlina memutuskan untuk berendam air hangat dan mandi selama beberapa menit.
“Hei.. Sorry kami kelamaan..”, suara Ana yang tiba-tiba masuk kamar mandi mengagetkan Herlina yang baru saja memakai kimono.
“Biema dan Frankie di ruang tengah..”, kata Ana lagi sambil agak sempoyongan.
“Kamar kamu enak juga ada ruang tamunya.. Kita bisa ngobrol disini..”, kata Ana lagi.
“Shit!! Ngapain kumpul di kamar aku?”, bisik hati Herlina.
“Hei perempuan! Cepatlah kemari.. Kita habiskan sisa minuman tadi”, terdengar suara Biema memanggil. Akhirnya mereka berempat lagi-lagi meneguk bergelas alkohol yang dibawa Biema.
“Ohh.. Gawat! Kenapa aku jadi pengen..”, hati Herlina berbisik ketika pengaruh alkohol mulai menjalar di tubuhnya.
Terasa oleh Herlina buah dada serta puting susunya mulai mengeras lagi, sementara kemaluannya terasa berdenyut basah menahan hasrat sex..
“Aku akan hirup udara segar dulu..”, kata Herlina sambil bangkit agak terhuyung menuju teras. Dihirupnya udara malam dalam-dalam untuk mengurangi sesuatu di dalam tubuhnya yang mulai menggoda imannya.
“Ohh..”, tiba-tiba terdengar suara Biema mendesah keras dari dalam. Herlina segera melongokan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi.
“Oh my God!”, batin Herlina ketika melihat apa yang terjadi. Hasrat sex dan denyutan kemaluannya semakin terasa menggoda.
Di depan matanya, Herlina melihat bagaimana Ana berciuman dengan suaminya di kursi sambil tangannya mengocok kemaluan Biema yang sudah tegak. Celana Biema hanya di buka dan diperosotkan sebatas pahanya saja.
“Ohh.. Cepat hisap kemaluan aku, bitch!”, kata Biema kepada Ana. Dengan serta merta Ana menurunkan kepalanya, lalu dengan segera kemaluan Biema sudah dilahapnya sambil tetap dikocok pelan.
“Ooh..”, desah Biema ketika lidah Ana menjilati kepala kemaluannya sambil batangnya tetap dikocok tangan Ana
“Apa yang harus aku lakukan?”, batin Herlina ketika melihat kemaluan Biema yang basah di jilat dan dihisap mulut Ana.
Bandar Judi Online - Hasrat sexnya semakin memuncak. Dengan mata agak nanar terus dilihatnya Ana dan Biema. Antara sadar dan tidak, tak terasa oleh Herlina ketika Frankie menempelkan tubuhnya dari belakang. Tangan Frankie menyusuri kaki Herlina dari betis sampai paha lalu naik ke pantat Herlina yang belum sempai memakai pakaian dalam sejak selesai mandi tadi..
“Hei! Pak Frankie ngapain?!”, kata Herlina kaget sambil menepis tangan Frankie dari pantatnya.
“Kita sama-sama tahu sama-sama mau kan..”, kata Frankie sambil mendekati Herlina.
Herlina segera menghindar dan berlari menuju kamarnya melewati Ana dan Biema yang sedang asyik melakukan oral seks. Ana dan Biema sampai kaget dan menghentikan cumbuan mereka ketika melihat Herlina melintas. Di dalam kamarnya Herlina masih bingung dan teringat akan oral seks Ana dan Abeim serta perlakuan Frankie kepadanya. Sebetulnya hasrat sex Herlina sudah sangat memuncak saat itu, tapi entah kenapa masih ada rasa ragu di hatinya.
“Ada apa, Herlina?”, tiba-tiba Ana masuk kamar dan menghampiri Herlina yang masih berdiri.
“Entahlah, An.. Aku.. Aku aku tak tahu..”, kata Herlina sambil melepas kimono lalu segera memakai celana dalamnya.
Tapi ketika Herlina akan memakai memakai Bra, tiba-tiba Ana memeluknya dari belakang hingga Herlina tidak jadi memakai Bra tersebut.
“Ayolah Herlina, kita nikmati malam ini..”, bisik Ana ke telinga Herlina.
“Mmhh..”, desah Herlina ketika tangan Ana mengusap seluruh badannya. Usapan dan belaian tangan Ana kembali mengobarkan hasrat sex Herlina yang sempat surut.
“Kapan lagi kita bisa bersama seperti ini?”, bisik Ana lagi sambil tangannya meremas kedua buah dada Herlina dari belakang.
“Ohh..”, desah Herlina sambil terpejam menikmati sensasi jari tangan Ana ketika memainkan dan memelintir puting susunya.
“Mmhh.. Ohh..”, desah Herlina makin keras ketika lidah dan bibir Ana menyusuri telinga, tengkuk dan lehernya sembari tangannya tetap meremas dan memainkan puting susu Herlina.
“Nikmati saja malam ini..”, bisik Ana sambil membalikan badan Herlina dan merebahkannya di ranjang.
“Oww..”, jerit lirih Herlina ketika lidah dan bibir Ana menciumi dan menjilati buah dada serta puting susunya.
“Anaahh.. Oohhsshh..”, jerit Herlina makin keras ketika jari Ana masuk ke celana dalam dan menggosok kemaluannya.
Tubuh Herlina menggeliat terbawa rasa nikmat dan terlepasnya himpitan hasrat sex yang tertahan sebelumnya.
“Kamu menyukai ini?”, bisik Ana sambil lidah dan mulutnya turun menyusuri perut sementara tangannya melepas celana dalan yang dipakai Herlina.
“Ohh.. Anniihh..”, jerit Herlina ketika ada rasa nikmat yang menjalar ketika lidah Ana dengan liar menyusuri belahan kemaluannya.
“Ohh Ana.. Enakkhh”, desah Herlina waktu lidah Ana menjilati kelentit dan sesekali mengulumnya.
“Annaahh.. Akku.. Keluarrhh..!”, jerit Herlina sambil menggelinjang dan mendesakan kepala Ana ke kemaluannya ketika ada semburan hangat terasa di kemaluannya yang disertai rasa nikmat yang luar biasa.
Agen Judi Online - Ana tersenyum sambil bangkit lalu memeluk dan melumat bibir Herlina.
“Aku baru kali ini merasakan bercumbu dengan wanita.. Ternyata memuaskan..”, bisik Herlina sambil sesekali mengecup bibir Ana. Ketika Herlina dan Ana saling lumat bibir, terasa oleh Herlina ada tangan yang menjamah, membelai dan meremas pelan buah dadanya.
“Sayang, kamu layani si Frankie..”, Biema menyuruh dan menarik tubuh Ana dari atas tubuh Herlina.
“Kamu menyukai permainan istriku, Herlina?”, kata Biema yang sudah telanjang bulat sambil menindih tubuh Herlina serta mulai menciumi leher lalu turun ke buah dada Herlina.
“Jangaann!! “, teriak Herlina sambil meronta menjauhkan wajah Biema dari buah dadanya. Tapi Biema dengan cepat memegang kedua tangan Herlina, lalu lidah dan mulutnya kembali meneruskan menjilati buah dada dan puting susu Herlina.
“Ohh.. Jangaannhh.. Janghh.. Jangannhh..”, rintih Herlina diantara rasa malu, rasa terhina, serta rasa nikmat ketika lidah Biema bisa memberikan rasa itu. Apalagi ketika kemaluan Biema yang tegang dan tegak mengesek-gesek kemaluannya yang sudah basah. Bahkan ketika lidah Biema turun ke perut, turun lagi hingga mencapai kemaluannya, Herlina kembali menggelepar dalam kenikmatan walau hatinya menolak diperlakukan demikian.
“Jangannhh, Biem..!”, jerit lirih Herlina ketika Biema mulai mengarahkan kemaluan ke lubang kemaluannya. Ana-pun yang sedang asyik disetubuhi Frankie, sempat menghentikan persetubuhannya lalu bangkit dan mencoba memegang kemaluan Biema agar tidak menyetubuhi Herlina.
“Sudah! Kamu nikmati saja kemaluan si Frankie sana!”, kata Biema aga keras sambil mendorong tubuh Ana.
“Sudahlah, Ana.. Sini!”, kata Frankie sambil menarik dan merebahkan tubuh Ana di karpet lalu kembali menyetubuhi istri temannya itu.
“Ohh..!”, terdengar desah Herlina ketika kemaluan Biema masuk ke kemaluannya lalu dengan kasar dan cepat Biema menggenjotnya.
“Jangan, Biemm.. Lepaskan aku!”, jerit lirih Herlina di sela rasa sakit dan nikmat ketika kemaluan Biema keluar masuk kemaluannya.
“Fuck you, bitch!”, kata Biema sambil mengangkat satu kaki Herlina dan di tahan oleh pundaknya.
“Ohh.. Kemaluanmu nikmat, Herlina..”, kata Biema sambil memompa kemaluannya lebih dalam dengan posisi demikian.
“Ohh.. Mmhh..”, desah Herlina sambil terpejam. Rasa sakit yang ada kini berganti rasa nikmat yang luar biasa.
“Bagaimana rasanya, sayang..”, terdengar suara Ana di samping Herlina ketika Ana mengganti posisi dengan doggy style di atas ranjang.
“Kamu nikmati saja malam ini, Herlina.. Kapan lagi kita bisa bersama seperti ini..”, Frankie menyela sambil mengenjot kemaluan Ana dalam posisi menungging.
“Mmhh.. Sshh.. Ohh”, Herlina hanya menjawab dengan desahan pertanda sedang menikmati suatu kenikmatan ketika Biema dengan ganas mengeluarmasukkan kemaluan ke kemaluannya.
“Ooww.. Ohh..!”, terdengar suara Herlina menjerit sambil memegang tangan Biema dengan kencang. Sementara tubuhnya menggeliat serta mendesakkan kemaluannya ke kemaluan Biema dan menggoyangnya dengan cepat.
“Serr! Serr! Serr!”, kembali kemaluan Herlina mengeluarkan air mani yang menyembur hangat di dalam kemaluannya.
“Ohh.. Fuck you! Fuck you!”, kata Biema sambil menggenjot kemaluannya makin cepat dan makin cepat.
“Crott! Croott! Crott!”, air mani Biema menyembur banyak di dalam kemaluan Herlina.
“Oohh..!!”, desah Biema sambil merebahkan tubuhnya menindih tubuh Herlina.
Herlina hanya bisa memejamkan mata setelahnya. Rasa lelah serta pengaruh alkohol yang masih ada membuatnya tak mempedulikan lagi keadaan disekelilingnya. Yang sempat terdengar oleh telinga Herlina adalah teriakan kenikmatan yang keluar dari mulut Ana dan Frankie yang sedang asyik bersetubuh di depan suami Ana sendiri. Mata Herlina sedikit demi sedikit makin berat. Hanya rasa nyaman dan sisa-sisa kenikmatan di kemaluan Herlina yang membuat kemaluannya berdenyut-denyut hingga Herlina tertidur..
Herlina tertidur sampai siang hari dalam kedaan telanjang bulat. Tubuhnya tertidur hanya diselimuti oleh bed cover. Tak terdengar olehnya ketukan pintu oleh cleaning service. Sehingga ketika cleaning service membuka pintu dengan kunci cadangan yang dia bawa, dia begitu terkejut melihat tubuh molek tergolek di ranjang.
“Eh.., maaf, Bu.. Saya kira tidak ada siap-siapa di dalam”, kata petugas kebersihan tersebut.
“Tidak apa-apa.. Kembali lagi saja dan bereskan kamar saya nanti agak siang..”, kata Herlina sambil menyelimuti tubuhnya lebih rapat.
Setelah petugas itu keluar, Herlina hanya bisa merenungi apa yang terjadi semalam. Herlina sendiri merasa heran, dirinya tidak mau dipaksa, diperkosa, entah apapun namanya, tapi yang jelas dirinya begitu menikmati perlakuan orang lain yang begitu kasar pada dirinya pada akhirnya..
Herlina memang sangat suka berpetualang seks dari sebelum menikah sampai sekarang, tapi belum pernah merasakan sensasi kenikmatan seperti yang dirasakan semalam.. Ingin rasa hati Herlina menceritakan hal ini kepada suaminya, tapi pertentangan batin terjadi dalam hatinya karena hal ini menyangkut kepada teman-teman baik suaminya. Bahkan terbersit keinginan Herlina untuk kembali ingin mendapatkan sensasi kenikmatan dengan menjadi objek pemaksaan seksual..
Lokasi:
Indonesia


0 komentar:
Posting Komentar